Bab
1
Sejarah
Pemikiran Teori Ekonomi
A. Sejarah
Pemikiran Teori Ekonomi
1
Praklasik
a. Zaman
Yunani Kuno
Teori ini banyak dikemukakan oleh filsuf
– filsuf Yunani.
Xenophon (440-355SM)
Xenophon adalah pencetus istilah ekonomi
yang berasal dari kata oikos dan nomos. Okios berarti rumah, nomos artinya
peraturan. Dengan demikian, ekonomi berarti pengaturan rumah tangga.
Xenophon menulis buku On The Means of
Improving The Revenue of State of Athens. Dalam buku ini ia menyatakan bahwa
kota Athena memiliki keunggulan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan
pendapatan negara melalui pengembangan potensi alam dan pelabuhan laut alami
dan dengan memberikan pelayanan kepada para pedagang serta pengunjung yang
datang ke kota tersebut.
Plato ( 427-347 SM)
Bukunya Res Publika membuat pemikirannya
mengenai telah terbentuknya uang, bunga, jasa tenaga kerja manusia, dan
perdagangan.
Pada umumnya naluri manusia berusaha
memperoleh benda yang diingini melebihi kebutuhan yang sewajarnya sehingga
dapat menimbulkan penindasan terhadap hak – hak manusia. Dari kondisi ini,
timbul gagasan pemikiran Plato mengenai keadilan dalam suatu negara ideal
dengan adanya pembagian kerja (division of labour) sehingga seseorang bisa
meningkatkan gairah kerja sesuai dengan bakat dan kesenangannya. Adapun
pembagian kerja tersebut adalah
- pekerja
sebagai pengatur/pengusaha,
- pekerja
sebagai tentara, dan
- pekerja
sebagai petani dan pedagang berhak untuk mengumpulkan laba dan harta.
Aritoteles (384-322SM)
Aristoteles adalah murid Plato. Pola
pikirnya mengenai ekonomi sudah jauh lebih maju dari gurunya. Menurutnya,
masalah ekonomi terpisah dari ilmu perusahaan dan teknik perundang – undangan.
Beliau meletakkan pemikiran dasar tentang teori nilai ( value), harga (price)
dan pertukaran barang (exchange of commodities) dan kegunaan uang dalam
pertukaran barang.
Aristoteles juga membedakan pengertian
oikonomia, yaitu peraturan-peraturan rumah tangga dan chrematisti, yaitu
peraturan tukar-menukar. Menurut pandangan Aristoteles, uang berfungsi sebagai
alat tukar, alat ukur dan penimbun kekayaan. Segala kelebihan yang diperoleh
dari kegiatan mengusahakan uang baik laba maupun bunga, hakikatnya adalah
penipuan. Hal ini seperti yang diungkapkan dalam bukunya yang berjudul Politic
(Negara). Dalam buku itu ia menyatakan dagang itu adalah hina dan pinjaman uang
tidak boleh berbunga karena bunga itu merupakan kerugian bagi peminjam.
b. Aliran
Skolastik
St. Albertus Magnus (1206-1280)
Albertus Magnus seorang filsuf Jerman. Ia
berpendapat bahwa harga suatu barang seharusnya sama dengan biaya dan tenaga
yang dikeluarkan untuk menghasilkan barang tersebut. Pendapat ini dikenal
dengan istilah harga yang adil dan pantas. Apabila seseorang menetapkan harga
jual jauh melebihi biaya yang diperlukan untuk menghasilkan barang tersebut,
maka ia telah melanggar etika, moral dan keadilan.
Thomas Aquinas (1225-1274)
Thomas Aquinas adalah pengikut Albertus Magnus, seorang teolog dan filsuf
dari italia. Dalam bukunya yang berjudul Summa Theologica beliau berpendapat
bahwa pungutan bunga atas uang yang dipinjamkan bertentangan dengan prinsip
keadilah karena hal itu sama saja menjual sesuatu yang sebenarnya tidak ada.
Dari ajaran ini terkandung makna bahwa dalam bentuk apa pun yang sifatnya dapat
menggadakan uang bertentangan dangan keadilan.
c. Aliran
Merkantilisme
Aliran
ini berkembang pada abad ke 15 sampai dengan akhir abad 18. Banayak negara
Eropa yang membangun perekonomiannya dengan memperbesar ekspor dan mengurangi
impor. Bermula pada pemerintahan Ratu Elizabeth I di inggris (1558-1603) dengan
Perdana Menteri Cromwell. Kemudian di Prancis pada pemerintahan Raja Louis XIV
(1619-1683) dengan menteri keuangan Colbert. Di Belanda, berkembang pada jaman
VOC (1602)
dengan mengadakan monopoli perdagangan di indonesia.
dengan mengadakan monopoli perdagangan di indonesia.
Pokok-pokok
ajaran merkantilisme adalah sebagai berikut.
- Kemakmuran
negara diukur oleh banyaknya logam mulia yang dimiliki (emas & perak).
- Negara
harus berusaha agar nilai ekspor lebih besar dari nilai impor sehingga terjadi surplus
neraca perdagangan.
- Memajukan
industri dalam negeri.
- Politik
proteksionisme, yaitu melarang masuknya hasil produksi luar negeri dengan
menggunakan pemberian bea masuk yang tinggi.
- Mendorong
ekspor dan mengusahakan bahan mentah dengan harga murah melalui pembebasan
pajak.
- Melarang
ekspor logam mulia.
- Memperbanyak
jumlah penduduk untuk menambah jumlah tenaga kerja dengan jalan memberikan
hadiah kepada setiap anggota masyarakat yang melahirkan.
- Melarang
penduduk untuk emigrasi.
- Memperluas
daerah jajahan sebagai daerah pemasaran.
d. Aliran
Fisiokrat
Aliran fisiokrat dipelopori oleh Francois
Quesnay (1694-1774). Aliran ini membangun teorinya berdasarkan konsep hukum.
Pokok ajarannya seperti yang tertuang dalam buku Tableau Econimique, yaitu
- Sumber
kemakmuran adalah alam,
- Kelas
yang paling produktif adalah para petani,
- Slogannya
adalah laissez faire laissez passer, le monde va de lui meme