Jumat, 18 Maret 2016



Bab 1
Sejarah Pemikiran Teori Ekonomi

A.  Sejarah Pemikiran Teori Ekonomi

1 Praklasik

a.   Zaman Yunani Kuno
Teori ini banyak dikemukakan oleh filsuf – filsuf Yunani.

Xenophon (440-355SM)

Xenophon adalah pencetus istilah ekonomi yang berasal dari kata oikos dan nomos. Okios berarti rumah, nomos artinya peraturan. Dengan demikian, ekonomi berarti pengaturan rumah tangga.
Xenophon menulis buku On The Means of Improving The Revenue of State of Athens. Dalam buku ini ia menyatakan bahwa kota Athena memiliki keunggulan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan negara melalui pengembangan potensi alam dan pelabuhan laut alami dan dengan memberikan pelayanan kepada para pedagang serta pengunjung yang datang ke kota tersebut.

Plato ( 427-347 SM)

Bukunya Res Publika membuat pemikirannya mengenai telah terbentuknya uang, bunga, jasa tenaga kerja manusia, dan perdagangan.
Pada umumnya naluri manusia berusaha memperoleh benda yang diingini melebihi kebutuhan yang sewajarnya sehingga dapat menimbulkan penindasan terhadap hak – hak manusia. Dari kondisi ini, timbul gagasan pemikiran Plato mengenai keadilan dalam suatu negara ideal dengan adanya pembagian kerja (division of labour) sehingga seseorang bisa meningkatkan gairah kerja sesuai dengan bakat dan kesenangannya. Adapun pembagian kerja tersebut adalah
-      pekerja sebagai pengatur/pengusaha,
-      pekerja sebagai tentara, dan
-      pekerja sebagai petani dan pedagang berhak untuk mengumpulkan laba dan harta.

Aritoteles (384-322SM)

Aristoteles adalah murid Plato. Pola pikirnya mengenai ekonomi sudah jauh lebih maju dari gurunya. Menurutnya, masalah ekonomi terpisah dari ilmu perusahaan dan teknik perundang – undangan. Beliau meletakkan pemikiran dasar tentang teori nilai ( value), harga (price) dan pertukaran barang (exchange of commodities) dan kegunaan uang dalam pertukaran barang.
Aristoteles juga membedakan pengertian oikonomia, yaitu peraturan-peraturan rumah tangga dan chrematisti, yaitu peraturan tukar-menukar. Menurut pandangan Aristoteles, uang berfungsi sebagai alat tukar, alat ukur dan penimbun kekayaan. Segala kelebihan yang diperoleh dari kegiatan mengusahakan uang baik laba maupun bunga, hakikatnya adalah penipuan. Hal ini seperti yang diungkapkan dalam bukunya yang berjudul Politic (Negara). Dalam buku itu ia menyatakan dagang itu adalah hina dan pinjaman uang tidak boleh berbunga karena bunga itu merupakan kerugian bagi peminjam.

b.   Aliran Skolastik

St. Albertus Magnus (1206-1280)

Albertus Magnus seorang filsuf Jerman. Ia berpendapat bahwa harga suatu barang seharusnya sama dengan biaya dan tenaga yang dikeluarkan untuk menghasilkan barang tersebut. Pendapat ini dikenal dengan istilah harga yang adil dan pantas. Apabila seseorang menetapkan harga jual jauh melebihi biaya yang diperlukan untuk menghasilkan barang tersebut, maka ia telah melanggar etika, moral dan keadilan.

Thomas Aquinas (1225-1274)

Thomas Aquinas adalah pengikut  Albertus Magnus, seorang teolog dan filsuf dari italia. Dalam bukunya yang berjudul Summa Theologica beliau berpendapat bahwa pungutan bunga atas uang yang dipinjamkan bertentangan dengan prinsip keadilah karena hal itu sama saja menjual sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Dari ajaran ini terkandung makna bahwa dalam bentuk apa pun yang sifatnya dapat menggadakan uang bertentangan dangan keadilan.

c.   Aliran Merkantilisme
Aliran ini berkembang pada abad ke 15 sampai dengan akhir abad 18. Banayak negara Eropa yang membangun perekonomiannya dengan memperbesar ekspor dan mengurangi impor. Bermula pada pemerintahan Ratu Elizabeth I di inggris (1558-1603) dengan Perdana Menteri Cromwell. Kemudian di Prancis pada pemerintahan Raja Louis XIV (1619-1683) dengan menteri keuangan Colbert. Di Belanda, berkembang pada jaman VOC (1602)
 dengan mengadakan monopoli perdagangan di indonesia.
Pokok-pokok ajaran merkantilisme adalah sebagai berikut.
-      Kemakmuran negara diukur oleh banyaknya logam mulia yang dimiliki (emas & perak).
-      Negara harus berusaha agar nilai ekspor lebih besar dari nilai impor sehingga terjadi surplus neraca perdagangan.
-      Memajukan industri dalam negeri.
-      Politik proteksionisme, yaitu melarang masuknya hasil produksi luar negeri dengan menggunakan pemberian bea masuk yang tinggi.
-      Mendorong ekspor dan mengusahakan bahan mentah dengan harga murah melalui pembebasan pajak.
-      Melarang ekspor logam mulia.
-      Memperbanyak jumlah penduduk untuk menambah jumlah tenaga kerja dengan jalan memberikan hadiah kepada setiap anggota masyarakat yang melahirkan.
-      Melarang penduduk untuk emigrasi.
-      Memperluas daerah jajahan sebagai daerah pemasaran.

d.   Aliran Fisiokrat

Aliran fisiokrat dipelopori oleh Francois Quesnay (1694-1774). Aliran ini membangun teorinya berdasarkan konsep hukum. Pokok ajarannya seperti yang tertuang dalam buku Tableau Econimique, yaitu
-      Sumber kemakmuran adalah alam,
-      Kelas yang paling produktif adalah para petani,
-      Slogannya adalah laissez faire laissez passer, le monde va de lui meme

Tidak ada komentar:

Posting Komentar